Sikap Disperindag Babel Harus Adil

disperindagbabelJIKA mau jujur, menjual BBM (Baham Bakar Minyak) — apalagi bersubsidi — secara eceran itu ilegal menilik UU No 22/2001. Faktanya ini didiamkan pihak Disperindag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bertahun-tahun. Sementara, keberadaan POM Mini yang baru seumur jagung dan baru terhitung puluhan unit sudah dipermasalahkan.

Kami melihat sepertinya ada perlakuan tidak adil dari pihak Disperindag Babel terhadap keberadaan kami. Kalau memang ... bersambung ke halaman 6 … ada kekeliruan kami, semestinya kami diberitahu, bukan dipermasalahkan seperti kami mempunyai kesalahan yang besar. “demikian dikemukakan Ketua Aliansi Pengusaha POM Mini Bangka Belitung Darmayanto. Kepada Babel Pos, Kemarin.

Berita tersebut merupakan jepretan terhadap koran dari salah satu media lokal di Babel yang dikirim  oleh seseorang anggota group  wa (GROUP KELUARGA POM MINI). Karena cukup menarik untuk ditulis ulang dan menjadi informasi penting bagi masyarakat yang mempunyai bisnis pom mini atau yang berkepentingan, karena alasan tersebut kami menyajikan info ini walaupun hanya sebagian saja.

Dari peryataan ketua APPMI Babel sangat jelas bahwa keberadaan pertamini digital harus disikapi dengan adil. Jangan karena menjualnya dengan cara digital menjadi masalah ? APPMI juga mengharapkan agar keberadaan pertamini di Babel khususnya mendapat kemudahan untuk beroperasi tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

Jual Pertamini Digital Wilayah Bangka Belitung antara lain :

Tanjung Pandan, Toboali, Belinyu, Jebus, Kelapa. Kabupaten Bangka Tengah, Belitung Timur, Bangka Barat, Bangka, Belitung, Bangka Selatan,Koba, Manggar, Mentok, Pangkal Pinang, Sungailiat.

Share This:

 

Sekitar 135 Produsen Pom Mini Hadir Pada Acara Rakornas APPMI 1 Di Bandung

rakornasappmiMencuatnya kasus Temanggung dimana Polres Temanggung menyita empat mesin Pertamini atau Pom Mini, dari beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Temanggung merupakan titik awal di bentuknya APPMI “Aliansi Pengusaha POM Mini”.

Sekitar 135 produsen POM MINI hadir pada acara Rakornas APPMI 1 di Bandung pada tanggal 8 april 2017. Para produsen tersebut berasal dari berbagai kota dan propinsi seluruh Indonesia. Di antaranya dari propinsi jawa barat sendiri, jawa tengah, yogyakarta, jawa timur, lampung, sulawesi,kalimantan,  bali, riau, aceh dan papua.

Tujuan dari acara rakornas adalah untuk memperkuat barisan agar keberdaan pom mini atau lebih dikenal dengan pertamini mendapat pengakuan dari pemerintah sebagai bisnis yang legal supaya masyarakat yang menggunakan pom mini merasa nyaman dalam menjalankan roda bisnisnya, tidak ada tekanan dari pihak manapun. Karena bukan rahasia lagi bahwa keberadaan pertamini sempat membuat resah pertamina karena bisnis ini dianggap melanggar aturan. Padahal jika kita telusuri lebih mendalam tentang bisnis ini (penjual bensin eceran sekala kecil)  juga ada di luaAPPMI1r negeri seperti Thailand, Vietnam bahkan negara yang sudah maju seperti Amerika.

Dalam acara rakornas salah satu produsen dari jawa timur Abah Yayak memaparkan bahwa apabila penjual bensin eceran sudah mendapat ijin dari kelurahan dan jika ada oknum yang melakukan penyitaan terhadap alat pertamini maka dirinya siap membantu untuk menyelesaikannya. Dan Alhamdulillah kata Abah kasus Temanggung bisa diselesaikan dengan damai alat pertamininya sudah dikembalikan semua kepada pemiliknya. Ini merupakan tonggak sejarah keberhasilan APPMI untuk melindungi pebisnis bensin eceran dari kasus seperti yang terjadi di Temanggung. Semoga hal tersebut tidak terjadi di daerah lain kata Abah, Karena keberbedaan Pom Mini harus dibina oleh pemerintah sebagai penopang ekonomi rakyat bukan dibinasakan.

Share This:

 

Menjelang Munas APPMI 8 April 2017 di Bandung

APPMI - ALIANSI PENGUSAHA POM MINI INDONESIA

APPMI – by PERTAMINI DIGITAL GROUP

Menjelang Munas APPMIAliansi Pengusaha Pom Mini” yang akan di selenggarakan di bandung pada tanggal 8 April 2017 diharapkan para produsen dan reseller bisa berpartispasi pada acara tersebut. Tujuan dibentuknya APPMI dan diadakanya munas sebagai bentuk kesungguhan dari produsen dan reseller pom mini bersatu padu untuk membuat standarisasi terutama kualitas produk serta pelayanan  yang memadai kepada pengguna POM MINI atau sering disebut PERTAMINI.

Acara ini juga bertujuan untuk membuat goal jangka panjang yakni agar para pengusaha pertamini sebagai penjual bensin aceran bisa mendapatkan payung hukum atas usahanya alias SAH “Sesuai Aturan Hukum“. Karena selama ini selalu diberitakan sebagai usaha ilegal. Maka pada kesempatan tersebut APPMI akan menghadirkan walikota bandung Ridwan Kamil, pihak kementrian serta dinas terkait untuk membahas keberadaan pertamini.

Share This: