Pertamini Digital Salatiga Kabupaten Semarang

pertaminisalatigasemarang2016Hari rabu 21 des 2016 ramago butuh waktu 3 jam perjalanan untuk sampai ke tempat tujuan di daerah semagu koripan kecamatan susukan kab semarang jawa tengah guna memasang pertamini digital. Sampai di tempat tujuan kira-kira jam 3 sore dan kami sudah ditunggu oleh keluarga mas fahmi dari siang hari katanya.

Namun karena sang empu belum pernah jualan bensin jadi ada beberapa persiapan yang belum di lakukan, seperti menyediakan bensin minimal 40 liter buat testing. Dan harus beli dadakan ke pom yang jauhnya kira-kira 5 km. Sembari  menunggu mas fahmi membeli bensin untuk testing mesin pertamini, kami langsung melakukan persiapan memasang selang dan nozlenya serta memeriksa kembali eletriknya.

Setelah menunggu kira-kira 30 menit mas fahmi sudah membawa dirigen yang berisi 40 liter untuk di masukan ke drum pertamini, Singkat cerita testing mesin dan pengoperasian pertamini yang kami pasang berjalan dengan baik tanpa kendala.

Kami siap melayani penjualan pertamini digital beberapa di daerah jawa tengah antara lain :

Banjarnegara, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Magelang, Kudus, Pati, Pemalang, Purbalingga, Banyumas, Grobogan, Purworejo, Rembang, Tegal, Sragen, Sukoharjo, Temanggung, Semarang, Wonogiri, Wonosobo,Banjarnegara, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Mungkid, Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto / Banyumas, Purwodadi, Purworejo, Rembang, Salatiga, Semarang, Slawi, Sragen, Sukoharjo, Surakarta / Solo, Tegal, Temanggung, Ungaran, Wonogiri, Wonosobo, Ambarawa, Cepu, Bojonegoro, Majenang, Ajibarang, Kartosuro, Bumi Ayu.

Share This:

 

Menjelang Ramadhan Banyak Yang Pesan POM MINI

PertaminiRamadhan2Bukan hanya grosir sepatu atau juragan rental mobil saja saat menjelang ramadhan yang omset naik. Tapi hal ini juga dialami petago, memasuki bulan Ramadhan 2017 pesanan pertamini meningkat. Salah satunya yang memesan adalah Pak Suparmin yang beralamat di kecamatan weru sukoharjo, alasannya ” mumpung mau bulan ramadhan semoga makin berkah katanya”.

Alasan serupa juga dikatakan Mas Heri Titin yang beralamat di desa mudal manisrenggo.  Sang empu yang pernah bertemu dengan Presiden Jokowi pun ingin segera buka pom mini sebelum ramadhan tiba karena biasanLilis Boyolali Petago 20170518_003149ya banyak orang lalu lalang hingga tengah malam. Dengan demikian penjualan bbm bisa lebih laris dari biasanya.

Dan ternyata Bu Lilis yang berprofesi sebagai guru SD di boyolali juga menggebu-gebu ingin buka pom mini sebelum puasa tiba. Supaya pada waktu puasa saat menunggu buka  sambil jualan bbm katanya. Wah ini adalah hobi baru menunggu buka puasa jualan bensin biasanya kan makanan atau minuman yang bikin segar.

Memang si mini telah menjadi primadona masyarakat dari berbagai kalangan baik yang guru, polisi dan banyak yang lainnya semua sedang gandrung ingin memiliki pertamini. Bahkan pak kyai Rosid dari jati roto jauh-jauh hari sebelum bulan puasa mengharapkan kedatangan si mini supaya bisa di ajak kerjasama untuk mengumpulkan rupiah.

Share This:

 

Pasang Pertamini Di Bulan Ramadhan

IMG-20170529-WA0038Akhirnya selesai juga nih pasang pertamini di boyolali milik bu guru lilis tepat tanggal 29-05-2017. Walaupun sempat diguyur hujan namun semangat tetap terjaga. Terlihat di gambar hari nampak sudah menjelang berbuka puasa. Kebetulan sang empu juga jualan es buah dan berbagai camilan. Jadi ga perlu khawatir mengenai menu untuk berbuka kata Bu lilis … eh Mbak lilis.  Mau panggil Bu kadang bingung karena sang empu masih gadis alias lajang namun profesi aslinya seorang Guru.

Namanya juga Guru tentunya pandai hitung-hitungan dan merangkai kata kata bikin hati mak jleb…Lilis Boyolali Petago 20170518_003149

Saya sengaja memilih bulan puasa yang penuh barokah dan istimewa ini untuk membuka pom mini mas. Karena hasil jualan BBM untuk Bekal Barokah Menikah.  Ayo siapa yang mau he he pengusaha pertamini lho “selalu siap mulai dari nol” Waduh cengar-cengir cegluk sambil minum teh hangat kami mendengar guyonannya.

Share This: